Kamis, 19 Maret 2009

satu huruf buta tentang akronim rendah diri

seorang bapak terdiam membeku di cuaca panas dan lenggangnya kursi di dalam angkutan kota merah putih besar ini. tersirat nada-nada sumbang khas orang bingung yang terrefleksikan jelas pada garis-garis di dahi tuanya itu. sekitar 4 atau lima baris kursi ia membelakangiku. entah kenapa mata ini terlalu sensitif untuk melihat garisan kebingungan seseorang. lama perjalan ini berlalu. lama pula dan tidak bosan-bosannnya ia terus meratapi kiri kanan jendela kendaraan beroda lebih dari 4 itu,mungkin sekitar 9 atau 10 roda yang berputar di bawah sendal ku ini. mungkin terlalu bodoh aku terus memikirkan gerak-gerik bapak itu. tapi aku memang bodoh. biarkan sekelilingku menatapku dengan lirikan mata mereka yang membuatku sedikit emosi.15 menit kemudian ia mendekati bangku joki kendaraan 2000 sekali jalan ini. ia bertanya "pak,kok saya tidak sampai-sampai ya pak" sisupir menjawab "memang bapak mau kemana?" "saya mau ke batu layang pak" (kutipan yang terpotong).suatu keluguan dalam menghadapi kehidupan kadang dapat membunuh.lihat bapak itu.dengan ubannya masih belum mengerti akan dasar2 paralel jalannya sebuah bis kota. apalagi kita yang selama ini di sodorkan segala gula-gula dunia yang masih kita cap belum manis.coba lepaskan diri kalian.pergi susur kota ini dengan angkutan layaknya yang terpakai bapak itu. kemana kalian mengarah? kemana kalian mengadah? mungkin banyak yang akan mengatakan aku tak sebodoh bapak itu. tetapi ada sudut tumpul dan lancip yang banyak tersaji selain jalur bis kota itu. nikmati perhelatan pencarian sudut itu dan tutup lembar ini bila kalian puas dengan ketidak ingintahuan.

Tidak ada komentar:

tentang anak tak berpaham

kala kata tak terduga

kenalilah aku

seeing counter