Kamis, 19 Maret 2009

instan

pernyataan tentang ideologi mereka yang ternyata menjadi sebuah carut marut anarki

si peneyerdehanaan pembendaharaan pemikiran.

mencoba menjadi lebih ringkas dengan membuang setiap sisi sudut pandang terinjak.

mungkin air takkan pernah membawa nya larut dengan hukum yang alamiah..

tetapi memang itulah instanisasi yang menjadi problematika empiris kehidupan miris.

suatu tatanan dimana semuanya di cetak lalu di daur ulang dengan memori yang seakan
tidak pernah bisa menyimpan semua cicit-cicit perjalan kerucut.

sejak kini diciptakannya kompor sebagai pengganti kayu bakar ato dispenser sebagai pemanas air untuk dicelupi teh atau sesendok kecil kopi.

dan ternyata itu juga teraplikasi terhadap kehidupan kita.
dimana semuanya mencoba menjadi lebih ringkas,seaakan tangkas dan mudah.

hingga etika begitu berlalu,hingga suatu titipan maha karya nyata didepan mata yang

menjadi mahkota dengan instan ditebarkan dipinggir jalan atau kepada seseorang dengan mengatas namakan cinta.

penipuan juga tak jauh beda.

tak kenal kawan dan lawan demi secarik kertas benamakan rupiah dilakukan pula.

ternyata iklan mie instan menjadi sebuah cermin yang amat mendalam.

cermin yang membuka paradigma untuk mendramatisasi suatu kata yaitu "INSTAN"


walau semua kini bukan milikku tapi aku tidaklah "INSTAN"


dan aku bukan lah seorang pejuang "INSTAN"


tidak membekali nyawa lainnya dengan cara "INSTAN"


semoga tetap tidak "INSTAN"

0 komentar:

tentang anak tak berpaham

kala kata tak terduga

kenalilah aku

seeing counter