Kamis, 15 Januari 2009

try out matematika

Negasi alam pikirku tak hantarkan suatu jawaban.
duduk diam dengan meja dan kursi coklat.
menikmati alunan nada dari gesekan kertas teman sebelah.
semua sibuk dengan pensil danlembar jawaban.
tak lupa kertas orat-oret dipenuhi dengan angka-angka.
tak ketinggalan pacuan darah ke otak.
lihat diri ini yang hanya diam dalam bingung himpunan akar-akar persamaan kuadrat.
suara pesawat memecah hening di ruang yang putih pada empat sisi

jauh dari seberang jalan raungan kuda besi hinggap hingga kemari.
dan aku? masih menatap kosong lembar jawab suci tak berbulat.
tepat disisi kiriku seorang pns berjilbab ungu menulis sembari menyoroti kami dengan binar mata empatnya yang awas bak macan mengintai seekor domba.
masih statis didalam rotasi kegiatan yang tak berhenti hingga 90 menit kedepan.

Keringatku mulai keluar dari pori-pori yang membesar.
waktu yang berlalu tak mau berkompromi untuk menunggu kapan kuisi lembaran kosong ini.
takut akan hasil yang minim mulai terbaca oleh intuisi diri ini, TAPI AKU TAK BISA!!
Terlalu banyak persamaan linear,transpose matriks,angka maksimum,simpangan baku dan palah itu yang tak bersahabat dengan nalar isi otakku.

Deru mesin usaha membangun sekolahku terdengar hidup lagi, terasa pimpong suara itu di kepalaku. mengakumulasi segala kebingungan diruang lantai putih ini!!
hanya aku dan seorang teman yang dalam matanya menyiratkan kebingungan. Tapi apakah benar dia bingung? terlalu lugu untuk pikirkan makhluk lain selain diriku. kuhela nafas sejenak dan mencoba menyembunyikan kertas ini(tulisan ini ku buat di kertas coret-coret hehe) dari seorang pns lagi yang secara rutin datang dan menghitung kehadiran pns yang ada diruanganku. Selamat tak sedikitpun ia menaruh curiga akan ku yang bimbang ini.

Wahai pemimpin negara jangan hanya senyum kepadaku sahaja. kau menertawaiku? dan kau wakil pemimpin negara juga seperti itu? Turunlah kalian berdua dari atas dinding sana! jangan takut pada garuda yang berada ditengah kalian. kemarilah dekati aku dan pecahkan 40 pertanyaan hitungan ini. arghhh... dasar kalian hanya pajangan berbingkai kuning diatas papan putih itu.

Deru mesin kembali mnggila. Semakin mengusik ku dan menambah sesak nafas pada pikiran bimbang ini. arghh... hampir 3tahun aku dengar suara berisik yang sama tanpa ada adukan semen yang berdiri tegak. untung temanku sepulanganya dari kamar kecil menutup akses suara itu masuk. tapi ia membukanya kembali dengan riang senang bagaikan bocah yang dihadiahi pecahan seribu rupiah selembar. owh..rupanya dia bermaksud mengalihkan perhatian si jilbab ungu itu. agar saat kami menanyakan jawaban ia tak mendengar, kira-kira begitulah maksud temanku itu yang bisa kutangkap.

Kertasku masih tak bergeming , putih mulus tak ternoda. tunggu sebentar.... akan kucari jawabannya pada kertas temanku.... kira-kira sepuluh menitan aku berusaha mendapatakannya dan..... eng..ing...eng.... 17 jawaban yang kudapat.. sedikit berkurang cemas ini, Kacamataku berperan vital dalam pencarian jawaban ilegal ini. Tinggal sedikit lagi maka selesailah semuanya. Terserah apapun hasilnya setidaknya aku lepas dari semua ini.



" MATEMATIKA KAU BAGIAN YANG PALING AKU BENCI DALAM HIDUP INI"




notes : Semoga ujian nasional nanti matematika dan dan semua mata pelajaran yang diujiankan dapat membantu ku dan teman senagkatanku dalam menyelesaikan bangku SMA ini. SEMOGA AKU DAN TEMAN SEANGKATANKU LULUS SEMUA. AMIN YA RABBAL ALAMIN.

Tidak ada komentar:

tentang anak tak berpaham

kala kata tak terduga

kenalilah aku

seeing counter