satu hari kumulai dengan langkah lunglai sang pecundang sejati.dengan sebuah pedang yang retak dan tanpa kepingan yang absah.menjadi debu diantara jalan mulus hasil pembangunan.melewati malam tanpa sebuah kebanggaan.hanya lah sebuah hal yang mendistorsi jiwa lelah.jiwa yang tiba2 memuai tanpa kajian yang jelas.dimana letak kesalahan yang merumitkan ini.dimana sabar jiwa yang kutahan.kenpa ego berlari begitu kuak.dengan semua sisa tenaga dan kucuran air mata.hinggap juga tak tertahankan.tapi itu semua hanyalah kanalisasi sebuah kemarahan yng datang tanpa melewati pos mata hati.
sungguh segenap diri ini masih tersisa tidak sedikit padanya.semua janji ku yang terucap tetap menjadi hutang hingga ku habis masanya.
Sabtu, 31 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar