cahaya-cahaya indah redup dari diri ini.
diri-diri yg dulu terang kian berang.
terang-terang yg tak lagi dapat menyejukkan diri-diri yang berang.
hingga terangku gelap,nikmati hitamya.
tapi ap yang tercap?
sebuah tenang memang.
sebuah tenang dari kumparan persuasif usang hidup bujang.
tenang tak bias dari senang.
salah jikalau dapat senang di terang.
menjadi suatu apa hidup ini mengarah?
untuk terang?terang siapa?
untuk senang?senang siapa?
untuk menang?menang apa?
untuk bahagia?bahagia siapa?
elegi dramatis pecahnya syaraf otak, yang tak keluar dari bimbang.
kucoba resapi tetap alam bimbang ini...sampai mati...
Rabu, 14 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar